Islam, adalah agama yang lengkap (syumul). Percayakah? Wajib percaya dong. Kalau tidak percaya, entar deh dikasih tahu.
Islam adalah agama yang sangat mengatur segala hal yang ada di dalam kehidupan sehari-hari. Kalau kita pernah mendengar bahwa sanya yang ini dan yang itu tidak boleh disatu-satukan dengan agama. Upppzzz, itu salah. Untuk agama ini, memang semuanya diatur secara sempurna dan perfek.
Diawal kita bangun, sampai kita tidur kembali. Semuanya diatur di agama ini. Misalnya, adab berperilaku, adab beribadah, dan lainnya. Tentunya semuanya akan bernilai pahala bila dilakukan karena Allah. Karena semua perbuatan tergantung pada niatnya (bias dilihat di hadits arba’in).
Itulah kesempurnaan islam. Tadi telah disampaikan mengenai adab-adab dan lainnya. Kita tarik adab bergaul. Di dalam riyadushshalihin karangan imam nawawi jilid pertama, mengatakan bahwa di dalam hadits yang saya lupa perawinya bahwa senyum saja bernilai pahala dan berwajah ceria saja bisa membuat syurga menerima kita dan neraka menolak kita. Itulah indahnya islam.
Bukankah begitu? That’s right. Itulah kesempurnaan islam. Andaikan islam tidak mengajarkan kepada kita untuk berwajah ceria. Maka kita akan berwajah cemberut semua.
Itulah indahnya islam. Menyenangi hal-hal yang indah. Kalaulah islam tidak mengajarkan hal yang kecil begitu, maka kita akan selalu mengabaikan yang kecil. Karena itulah sempurnanya islam. Sekecil apapun itu amal dapat bernilai pahala.
Itulah indahnya islam, sehingga ia tidak mudah ditolak. Banyaknya orang yang masuk islam, disebabkan indahnya islam ini. Andai islam ini banyak paksaan, maka tiada yang mau.
Kita lirik juga deh kelarangan meminum khamr. Ternyata ada hikmah dibalik larangan itu. Tidak baik untuk kesehatan, menumbuhkembangkan kriminalitas dan lain-lain. Kalau lah tidak dilarang, gimana ya?? Ga kebayang.
Lagi-lagi itulah kesempurnaan islam. Masih ga percaya ni atas kesempurnaan islam?? Kita lirik lagi deh larangan memakan babi, eh ternyata ada hikmahnya. Allah lah yang mengetahui apa yang terbaik untuk ciptaan-Nya. Ibaratnya kita menciptakan suatu benda, pasti kita yang lebih tahu gimana perlakuan yang terbaik.
Rasanya sudah cukup ya tentang kesempurnaan islam. Karena islam memang agama yang perfek dah. Ayo gabung. Ayo bergabung dengan islam. Let’s join it.


Saya pernah mendengar, ayah saya berbicara tentang salah satu tanda-tanda kiamat adalah disaat sogok-menyogok menjadi budaya masyarakat. Na’udzubillah. Inilah negeri kita indonesia, dihuni para pecinta materi. Tak peduli dengan rakyat yang ada di sana sini.
Inilah negeri para koruptor. Selalu berambisi mengejar materi. Korupsi tak kenal henti sampai mati. Tak peduli menjadi sengsara rakyat negeri ini.
Inilah negeri para koruptor. Yang ada di dalam otaknya hanyalah pikiran kotor. Bagaimana cara menghasilkan uang meski dengan jalan yang picik dan kotor. Yang penting kantong terisi full dengan uang hingga dompet kendor.
Inilah negeri para koruptor. Sogok-menyogok sudah mulai menjadi sebuah tradisi. Tradisi duniawi, yang menghantarkan kepada pendzaliman besar-besaran. Terhadap rakyat sendiri.
Kita lihatlah negeri ini yang selalu terdengar berita dari televisi. Hanya korupsi, dan lagi-lagi korupsi. Terkadang rakyat lelah dan letih mendengarkan berita korupsi. Ini menjadi PR yang sangat besar bagi para pemimpin indonesia.
Inilah negeri pada koruptor. Setelah ketahuan korupsi, hukumannya hanya sedikit. Palingan, penjara 2 sampai 5 tahun. Sedang pencuri sendal, bisa dihukum sampai puluhan tahun.
Inilah negeri para koruptor. Kita lihat lucunya negeri ini. Hukumpun bisa dijual beli. Siapa yang harus kita salahkan?
Inilah negeri para koruptor. Korupsi sudah menjadi budaya dan tradisi. Rakyat bingung mau menyalahkan siapa. Apakah pemimpinnya, atau sistemnya? Atau mungkin oknum yang bermain di dalamnya.
Inilah negeri para koruptor. Yang berpikiran kotor untuk mencari uang. Meski dengan jalan yang tidak benar. Alangkah lucunya negeri ini.
Inilah negeri para koruptor. Ketika bekerja hanya untuk dunia tanpa memikirkan akhirat, maka yang ada di dalam benak mereka adalah harta, tahta, dan wanita. Padahal ada yang lebih penting lagi, yaitu akhirat. Inilah negeri kita.
Inilah negeri para koruptor. Yang meraup uang rakyat tapi kerjaannya hanya molor. Tapi ingin punya uang banyak. Hingga mereka korupsi.
Inilah negeri para koruptor. Dimulai dari yang kelas teri sampai kelas kakap sangat dilindungi. Padahal hasrus dibasmi. Basmi habis sampai tuntas sampai mati.
Inilah negeri para koruptor. Mereka bekerja hanya untuk dunia, tanpa cinta dan tanpa memikirkan akhirat. Inilah negeri kita. Negeri yang kita cinta, pemimpinnya bekerja tanpa cinta.
Inilah negeri para koruptor. Mereka bekerja tanpa cinta. Sehingga tidak memikirkan nasib rakyat yang sedang kelaparan. Yang mereka tahu, mereka kenyang dan punya rumah mewah.
Itulah disaat yang memegang kekuasaan orang yang tidak mengerti agama. Bermain dengan kekuasaan tanpa dibarengi agama. Maka  yang ada hanya lah dunia. Andai yang memimpin negeri kita memedomani cara memimpin Rasulullah, Abu bakr, Umar, Utsman, Ali dan lain  sebagainya. Maka negeri ini tidak akan seperti ini.
Disaat bekerja dengan cinta yang terharmonisasi dengan baik. Maka kerjaan yang berat akan menjadi ringan. Inilah negeri para koruptor. Siapa yang mampu mengubahnya? Saya? Kamu? Mereka? Atau kita?.
Semoga keberkahan senantiasa melimpah atasmu.


Menulis, ini adalah kegiatan yang sebenarnya mengasyikkan bagi mereka yang gemar menulis. Bagaimana bagi mereka yang tidak suka menulis? Bagaimana bagi mereka yang tidak tahu aturan menulis?
Bagi saya, menulis adalah hal yang paling susah diawal, dan akan mengalir apa adanya ketika sudah menemukan titik temunya. Tentunya perlu ekstra diawal. Bukan diawal karir. Tapi diawal menulis. Harus menumbuhkan ide-ide.
Bagi penulis handal seperti afifa afra, menulis adalah makanan sehari-harinya. Satu hari bisa melahirkan berbagai karya. Bagi kita?? Gimana?? Bisakah seperti mereka?? Tentu saja.
Bagi penulis awal seperti kita, tentunya akan kesulitan untuk melahirkan karya-karya. Sebenarnya tidak perlu bingung. Untuk dan teruntuk kita yang pemula, kita tuliskan saja apa yang ada di dalam otak kita. Tak peduli apapun isinya, yang penting tulis saja.
“Kenapa sih menulis itu penting?”. Pasti pertanyaan ini selalu atau pernah menghantui benak dan pikiran kita. Di dalam shirah islam, ayat yang pertama kali turun adalah “iqra’:bacalah”. “Apa sih hubungan baca dan tulis?”. Ada dong. Apa yang mau dibaca kalaulah tidak ada yang di tulis.
Tentunya, kita mau menjadi penulis yang hebat seperti mereka. Atau mungkin seperti mantan presiden kita habiby, yang menulis kisah hidupnya. Apakah mau? Ataukah tidak?
Tak peduli apa kata orang tentang tulisan kita. Tak peduli apa yang ditulis. Tak peduli apa yang ada di dalam benak kita. Yang penting tulis. Tulis saja apa yang ada di dalam pikiranmu.
Tapi ingat, ada yang harus diingat. Trik agar wawasan dalam menulis bertambah mantap. Adalah rajin membaca. Ya, itulah gunanya selalu disatukan antara membaca dan menulis.
Jadi ingat shirah rasulullah. Beliau menyuruh sahabatnya untuk mempelajari bahasa yunani. Untuk apa? Agar bisa mengirimi mereka surat.
Menulis ini sangat banyak kepentingannya. Misalnya, al-Qur’an, dikumpulkan dan dituliskan kembali. Agar apa? Ya kita lihat saja sekarang, al-Qur’an tetap terawat. Coba bayangkan kalau sahabat rasul tidak menyalin ulang lembaran-lembaran itu. Pasti kita tidak tahu apa itu al-Qur’an.
Selain itu, dengan menulis kita bisa berbagi, memberi motivasi dan lain sebagainya. Ayo kawan-kawan, setiap orang memunyai potensi. Lalu cari dan gali potensimu. Kemudian kembangkan.
UN telah usai- UN telah usai hatiku gembira. Inilah yang tengah dirasakan oleh hamper seluruh siswa-siswi SMA sederajat saat ini. Tidak peduli apakah nantinya mereka akan lulus atau tidak. Yang mereka syukuri adalah, mereka telah melewati lembah perang yang hanya menjadi proyek pemerintahan.
Ya, tentu saja itu proyek. Proyek gagal yang dilakukan oleh kemendikbud. Itu disebabkan kesombongan yang dia lakukan. Kesombongan-kesombongan yang dilakukan berazas ingin meningkatkan mutu siswa yang tamat sekolah. Tapi tanpa dibarengi mutu pendidikan yang jelas.
Sudah banyak yang tidak jelas. Namun dibuat semakin tidak jelas. Itulah ketika yang diberi amanah orang yang tidak kafaah dibidangnya. Layakkah diganti?
Sangat layak. Karena pendidikan bukanlah untuk dicoba-coba. Tapi realisasi nyata, bukan retorika belaka.
Banyaknya siswa-siswi yang merasakan tekanan mental ketika sebelum menghadapi ujian. Jelas saja. Tiga tahun yang lalu masih dengan dua paket. Dua tahun yang lalu dengan lima paket. Nah sekarang tiga puluh paket.
Mungkin sebenarnya sama saja. Mau dua, tiga, empat atau berapa paketpun. Namun, itu menyangkut mental. Bisa saja otaknya siap. Tapi tidak untuk mental.
Keluhan-keluhan mereka hanya tersimpan di dalam hati mereka. Toh sudah lewat. Tinggal menunggu hasil. Apakah lulus atau tidak.
Kalaulah banyak yang tidak lulus. Ini disebabkan kesombongan oleh M.Nuh. Yang membuat Ujian Nasional segitu paketnya. Namun tidak dengan persiapan.
Banyak pengamat pendidikan mengatakan, bahwa UN tahun ini adalah gagal. Ya, saya sepakat dengan pernyataan tersebut. Karena memang gagal. Ujian Nasional yang notabene-nya ingin melihat kualitas siswa, namun menyengsarakan mereka.
Kesombongan kemendikbud sangat membuat resah dan menyengsarakan para siswa. Kita lihat saja kesombongan-kesombongan yang dilakukan, dari dua paket ke lima paket dan terbang ketiga puluh paket. Tapi tanpa persiapan yang matang. Contohnya, soal tidak terdistribusi dengan baik. Ini menunjukkan bahwa Indonesia belum siap untuk hal yang seperti ini.
Ini hanyalah proyek yang menggembungkan kantong para pemimpin di dalam kemendikbud. Proyek gagal yang menyengsarakan banyak siswa. Ada yang stress sebelum ujian. Ada yang ini dan itu. Semoga Allah memberi keberkahan atasmu.